Alasan Sandiaga Tak Setuju Ajakan Arief Poyuono Tolak Bayar Pajak

0
268

PEKANBARU, KOMPAS.com — Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno tak sepakat dengan ajakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang mengajak pendukung 02 Prabowo-Sandi menolak membayar pajak.

“Saya sudah sampaikan saya tidak setuju karena itu bukan ajakan yang memikirkan tentang bangsa dan negara,” ujar Sandi saat diwawancarai Kompas.com usia shalat Dzuhur di Masjid Agung Annur, Pekanbaru, Riau, Sabtu (18/5/2019).

Menurut dia, untuk saat ini sudah saatnya berpikir lebih di atas politik, apalagi pajak sekarang sedang mengalami kesulitan.

“Penerimaan pajak sampai April 2019 terasa seret dan mandek. Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) mengonfirmasi itu kemarin. Bu Sri Mulyani memperingatkan kita semua bahwa ekonomi kita akan melambat,” kata Sandi.

Oleh karena itu, menurut dia, pajak harus digenjot dalam kondisi seperti ini. Sandi mengatakan bahwa kebijakan Prabowo-Sandi adalah menurunkan tarif pajak, memperbesar basis pembayaran pajak, dan memisahkan Dirjen Pajak menjadi Badan Penerimaan Negara sendiri.

“Sehingga program-program negara bisa diperbantukan dengan penerimaan pajak yang lebih baik. Tax ratio kita harus lebih baik. Jadi saya sangat menolak dan saya secara tegas tidak sepakat dengan ajakan (Poyuono) yang sangat tidak menunjukkan bagaimana kita memberikan contoh dalam hidup berbangsa dan bernegara,” ujar Sandi.

Sandiaga sebelumnya takziah ke rumah keluarga almarhum Hazairin, Ketua KPPS TPS 028 yang meninggal dunia dalam masa Pilpres 2019.

Sandi bersama Jubir BPN Prabowo-Sandi, Miftah Nur Sabri, dan Sekretaris BPP Prabowo-Sandi Riau, T Zulmizan F Assegaf, tiba di rumah Hazairin di Jalan Bunga Tanjung, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, sekitar pukul 10.30 WIB.

Seusai takziah, Sandi disambut emak-emak relawan Prabowo-Sandi.

Selanjutnya Sandi dan rombongan menuju Masjid Agung Annur Pekanbaru untuk menunaikan ibadah salat dzuhur berjamaah.