Apindo mengamini Suryo Utomo calon terkuat Dirjen Pajak

0
137

Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo menyampaikan keterangan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/3). Berdasarkan data pertanggal 29 Maret 2017 pukul 07.30 WIB, hasil sementara jumlah penerimaan tax amnesty berdasarkan Surat Setoran Pajak (SSP) sebesar Rp123,64 triliun dan jumlah harta deklarasi berdasarkan Surat Pernyataan Harta (SPH) sebesar Rp4.669 triliun. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17.

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengamini kemungkinan Suryo Utomo sebagai Direktur Jenderal (Ditjen) Pajak.

Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, sosok Suryo sangat cocok bila menjabat sebagai Dirjen Pajak. Alasanya, Suryo dinilai memahami substansi dan regulasi perpajakan. Sehingga, Dirjen pajak periode 2019-2024 tidak perlu belajar dari awal.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Perpajakan tersebut dinilai mampu membaca situasi ekonomi dengan iklim dunia usaha. Menuru, Hariyadi bagi seorang Dirjen pajak harus bisa menyeimbangi ketika ekonomi domestic lesu dengan regulasi perpajakan yang harus lebih banyak insentif.

Barulah saat kondisi ekonomi stabil, pemerintah dapat mengoptimalisasi perpajakan dengan orientasi fungsi anggaran. Artinya dengan kondisi perekonomian yang stagnan saat ini jangan ada tekanan bagi Wajib Pajak (WP).

“Harapannya bisa memperhatikan dunia usaha. Pak Suryo bisa mengerti antara fungsi  anggaran dan stimulus, selama ini hubungan Pak Suryo dengan pengusaha cukup baik, koordinasi bagus,” kata Hariyadi kepada Kontan.co.id, Senin (28/10).

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan Suryo merupakan nama terkuat dari pejabat eselon I di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Setelah sebelumnya, Proyeksi Prastowo saingan terberat Suryo adalah Suahasil Nazar yang kini sudah dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan periode 2019-2024.

Prastowo menilai, posisi Suryo saat ini sangat strategis sebagai staf ahli yang sering mengkaji kebijakan dan regulasi perpajakan. Bahkan, Prastowo bilang, Suryo selama ini menjadi kunci di tim reformasi perpajakan.

“Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati agaknya ingin beri reward internal, dan tidak mau berlama-lama. Jadi menurut saya jelas, Suryo paling berpeluang dan itu wajar,” kata Prastowo kepada Kontan.co.id.