Banyak Data Penunggak Pajak Palsu, Polisi Imbau Jangan Sembarang Kasih Identitas

0
233

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Subdit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sumardji mengimbau masyarakat agar tidak memberikan kartu identitas pada orang tak dikenal.

Menurutnya, kartu identitas dapat digunakan untuk hal-hal yang merugikan masyarakat.

“Kembali lagi pada masyarakat, saya minta agar hati-hati dalam meminjamkan KTP pada seseorang. Nanti yang dirugikan adalah yang punya KTP itu,” kata Sumardji saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/1/2019).

Sumardji juga mengimbau masyarakat untuk melapor kepada kepolisian jika merasa dirugikan atas penyalahgunaan kartu identitas miliknya.

“Silakan kalau mau menempuh apapun atau melapor ke polisi bagi yang meminjamkan itu,” ujar Sumardji.

Diberitakan sebelumnya, Samsat Jakarta Barat menemukan data tentang pemilik kendaraan mewah yang menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bernama Abdul Manaf (64).

Abdul dan sejumlah anggota keluarganya tinggal di sebuah gang sempit yang tidak bisa dilalui mobil di Jakarta Barat.

Saat ditemui pada Senin (28/1/2019) kemarin, Abdul terkejut didatangi petugas Samsat Jakarta Barat dan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta.

Nama Abdul tercatat memiliki Mercedes Benz dan istrinya tercatat memiliki Toyota Harrier.

Selain itu, Zulkifly, putranya tercatat memiliki Bentley tipe Continental GT yang menunggak pajak hingga Rp 108.098.550.

Abdul menduga, identitas keluarganya digunakan orang tak dikenal yang ditemui pada dua tahun silam.

Saat itu, orang tersebut datang menjanjikan sembako dan meminta fotokopi identitas warga di sekitar rumahnya.

Ia mengaku tak ada perbincangan soal pembelian mobil dalam pertemuannya dengan orang tersebut dan tidak ada komunikasi atau pertemuan lanjutan setelah itu.