BKPM: Sektor Perdagangan Jasa Punya Peluang Besar Tahun Depan

0
273

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah tengah giat menggodok beragam kebijakan untun menggenjot ekspor sehingga defisit neraca perdagangan dalam negeri bisa ditekan. Namun, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Thomas Trikasih Lembong menilai selama ini regulator kurang memberikan perhatian terhadap sektor perdagangan jasa yang justru dipandang akan memiliki prospek yang cukup baik pada tahun 2019 ini, bahkan hingga 2020 mendatang. “Dalam dialog pembuat kebijakan kita sangat terobsesi pada manufaktur dan perdagangan barang. Tapi menurut saya yang sangat kurang menjadi diskusi adalah perdagangan jasa,” ujar Thomas ketika memberikan paparan di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Dalam berbagai indikator perekonomian, berbagai bidang yang mengalami pertumbuhan hingga double digit adalah sektor jasa seperti konstruksi, kesehatan, hingga pariwisata. Ia menilai, dengan berbagai distorsi yang melingkupi kondisi perdagangan global seperti kebijakan-kebijakan protektif yang dilakukan oleh banyak negara telah mengambat pertumbuhan perdagangan barang. Sehingga, jika pemerintah bisa memaksimalkan sektor jasa dengan melakukan relaksasi kebijakan, diharapkan bisa menambal defisit yang terjadi di sektor perdagangan. Dia mencontohkan dengan dibukanya peluang investasi di bidang penerbangan pada 15 tahun lalu. Jumlah maskapai bertambah menjadi sekitar 7-8 dari yang tadinya hanya 2 maskapai. Dampaknya pilihan menjadi beragam dan harga tiket turun.

“Sektor yang tadinya tumbuh 1-2 persen per tahun menjadi tumbuh double digit. Bahkan sektor aviasi Indonesia menduduki peringkat terbesar nomor 5 di dunia,” ujar mantan Menteri Perdagangan tersebut.

Tak hanya dari bisnis penerbangan, Thomas pun mencatat, pertumbuhan bisnis bioskop juga tumbuh cukup tinggi. Menurutnya aliran investasi dan modal ke sektor ini cukup deras. Industri bioskop tumbuh 20 persen per tahun. Angka yang sama juga terjadi di industri perfilman. Bahkan menurut Thomas, pertumbuhan serupa juga terlihat untuk bisnis jasa lain seperti kecantikan, katering hingga jasa desain. “Bagi saya sektor jasa ini penting bukan hanya untuk penghasilan dan lapangan kerja tapi juga untuk devisa,” sebut dia.

Thomas pun mengklaim, sektor jasa juga mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. Pasalnya saat ini di sektor manuaktur pekerja harus bertarung melawan teknologi mesin dan robot. “Sektor jasa jauh lebih padat karya dan menghasilkan ruang pekerjaan,” ujarnya.