Data ekonomi AS positif, rupiah ditutup melemah

0
297

Teller menghiting uang di Bank BNI Cabang Jakarta Pusat, Selasa (2/10). Hingga semestar I 2018 lalu BNI mencatatkan kenaikan kredit sektor Perdagangan Hotel dan Restoran (PHR) sebesar 11,5% yoy menjadi Rp 77,7 triliun dibandingkan JUni 2018 sebesar 10%, sampai akhir tahun 2018 diproyeksiakan pertumbuhan sektor PHR stabil dikisaran 11%./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/10/2018.

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kurs rupiah di pasar spot kembali terkapar di hadapan dollar AS pada perdagangan Rabu (6/3). Mengutip Bloomberg, rupiah spot melemah 0,11% ke level Rp 14.143 per dollar AS. Di sisi lain, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia menguat 0,12% ke level Rp 14.129 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan mengatakan, pelemahan rupiah disebabkan oleh membaiknya sejumlah data ekonomi AS yang dirilis kemarin. Salah satunya adalah data PMI Composite non-manufacture AS di bulan Februari yang meningkat ke level 59,7 atau lebih baik dari bulan sebelumnya di level 56,7.

Selain itu, penjualan rumah baru di AS juga naik dari 599.000 unit di November 2018 menjadi 621.000 unit di Desember 2018. “Hasil positif data ekonomi AS tidak mampu diimbangi oleh rupiah yang sejauh ini belum memiliki data ekonomi terbaru,” ungkap Yudi.

Di hari Jumat (8/3), arah rupiah akan bergantung dari hasil data cadangan devisa Indonesia di bulan Februari. Tak hanya itu, aksi wait and see dari para pelaku pasar terhadap hasil data non-farm payroll dan tenaga kerja AS secara teknikal akan membatasi pergerakan mata uang garuda.

Menurut Yudi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.950–Rp 14.250 per dollar AS pada perdagangan Jumat (8/3).