Ditjen Pajak soal Mukena Syahrini: Omzet Rp 4,8 Miliar Wajib Jadi Pengusaha Kena Pajak

0
174

JAKARTA, KOMPAS.com – Unggahan akun Twitter Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, @DitjenPajakRI, mencuri perhatian publik karena mengunggah twit kalkulasi pajak dari penjualan 5.000 mukena.

Banyak netizen lantas mengaitkan hal itu dengan larisnya penjualan 5.000 produk mukena buatan Syahrini yang dibandrol dengan harga satuan Rp 3,5 juta.

Ditjen Pajak tidak menampik keterkaitan itu. Bahkan otoritas pajak tersebut juga punya alasan membuat kicauan soal pajak yang mesti dibayar dari penjualan tersebut.

“Itu memberikan edukasi (publik) saja,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Hestu mengatakan, pelaku usaha yang sudah memiliki omzet lebih dari Rp 4,8 miliar setahun wajib menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP), bukan lagi UMKM.

Dari situ negara berhak memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10bpersen dari harga jual.

Omzet Syahrani dari penjulan 5.000 muka sendiri sudah lewat dari batasan Rp 4,8 miliar. Dengan harga satuan Rp 3,5 juta, maka omzet penjualan 5.000 mukena mencapai Rp 17,5 miliar.

Itu artinya Syahrini sudah harus menjadi Pengusaha Kena Pajak dan dipungut PPN 10 persen.

“Jadi kalau berjualan dgn omzet sudah lebih dari Rp 4,8 miliar setahun, berarti sudah wajib menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan memungut PPN 10 persen dari harga jual,” kata Hestu.

Sebelumnya, mukena yang diproduksi Syahrini laku keras. Setidaknya 5.000 set mukena yang ia jual ludes.

Hal itu diketahui lewat unggahan akun online yang dikelola Syahrini, @fatimahsyahrini, yang dikutip Kompas.com, Rabu (29/5/2019).

“Terima kasih customer Inces tersayang yang sudah membeli mukena indah Inces. Mukena pink dan beige sold out lebih dari 5.000 pcs terjual,” tulis keterangan dalam sebuah unggahan pada akun @fatimahsyahrini.

Sementara lewat fitur Insta Story Syahrini, istri pengusaha Reino Barack itu diketahui membanderol harga satu mukena seharga Rp 3,5 juta.