Ekspor mendongkrak pertumbuhan ekonomi Malaysia menjadi 4,7% pada 2018

0
278

KONTAN.CO.ID – KUALA LUMPUR. Ekonomi Malaysia kuartal keempat tumbuh dengan laju tertinggi dalam setahun. Pertumbuhan ekonomi Malaysia di kuartal keempat mencapai 4,7% secara year on year (yoy), lebih tinggi daripada polling Reuters yang memperkirakan pertumbuhan 4,4% (yoy).

Ekonomi Malaysia sepanjang tahun 2018 pun tumbuh 4,7%, sedikit di bawah prediksi pemerintah pada 4,8%. Tapi, angka pertumbuhan ini jauh di bawah pertumbuhan tahun sebelumnya pada 5,9%. Tahun ini, Malaysia menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,9%.

Bank sentral Malaysia memperkirakan, ekonomi akan tumbuh stabil, didukung oleh permintaan domestik dan ekspor. “Malaysia akan mencatatkan pertumbuhan berkualitas pada permintaan eksternal dan ini akan mendukung pertumbuhan tahun 2019,” kata Nur Shamsiah Mohd Yunus, Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM) kepada Reuters.

Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia Tenggara ini mencatat perbaikan ekspor. Ekspor Malaysia terutama terdorogn oleh produk elektronik di tengah antisipasi perang dagang Amerika Serikat dan China.

Surplus perdagangan Malaysia naik 6,9% secara tahunan di kuartal keempat lalu menjadi RM 34,6 miliar. Di kuartal ketiga lalu, surplus perdagangan turun 4,1% ketimbang tahun sebelumnya. Sedangkan current account surplus naik menjadi RM 10,8 miliar atau sekitar Rp 37,45 triliun pada periode Oktober-Desember.

Perusahaan riset Caipital Economics mengungkapkan bahwa perbaikan ekspor kemungkinan tidak akan cukup untuk menopang pertumbuhan Malaysia di tengah perlambatan investasi dan konsumsi swasta. “Pertumbuhan konsumsi kemungkinan akan melambat karena efek penurunan pajak barang dan jasa tahun lalu mulai pudar,” kata Capital Economics dalam catatan yang dikutip Reuters.

Perusahaan riset ini menambahkan bahwa kebijakan fiskal akan menekan permintaan domestik karena pemerintah berniat mengurangi defisit. Di kuartal terakhir tahun lalu, konsumsi swasta tumbuh 8,5%, lebih rendah daripada kuartal ketiga sebesar 9%.

Asal tahu saja, November lalu pemerintah Malaysia menambah anggaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, pemerintah memangkas belanja publik untuk menggunting utang negara yang mencapai lebih dari RM 1 triliun.