IMF prediksi ekonomi global melambat, Pemerintah: Harus hati-hati ambil kebijakan

0
288

Containers and cargo vessels are seen at sunset at a port in Lianyungang, Jiangsu province, China March 12, 2019. Picture taken March 12, 2019. REUTERS/Stringer ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perekonomian global diprediksi masih akan terus melambat di tahun ini. Riset terbaru dari International Moneter Fund (IMF) pada 9 April 2019, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,3%.

Angka tersebut mengoreksi proyeksi sebelumnya yang sebesar 3,7% dan 3,5%. Tak hanya itu, perlambatan ekonomi juga diprediksi juga terjadi di kawasan ASEAN di tahun ini dari 5,2% menjadi 5,1%.

Adapun penyebab perlambatan ini antara lain karena, perang dagang China-Amerika Serikat (AS), normalisasi suku bunga, fluktuasi harga komoditas dan isu Brexit. Mengenai data tersebut, pemerintah pun mengaku perlu berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan.

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono mengatakan, Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh ekonomi global. Bahkan beberapa terakhir ini ada dua hal yang menjadi perhatian pemerintah yakni hasil dari ekonomi outlook IMF dan inverted yield AS.

“Ini harus kita respons dengan sangat hati-hati, malah justru dengan potensi resesi AS justru dari sisi investasi nasional malah akan ada inflow yang busa masuk,” jelas dia saat ditemui di Balai Kota, Rabu (10/4).

Apalagi Fed Fund Rates (FFR) tidak akan naik tahun ini. Hal in juga dikatakan Sesmenko ada sisi positif dan negatifnya bagi Indonesia. “Untuk investasi justru ada sisi positifnya, tapi memang kami akan respons hati-hati,” tambah dia.

Sebab sejatinya, ada dua kebijakan nasional yang bisa didorong yakni menarik investasi dan meningkatkan ekspor. “Ini kebijakan yang kita sudah punya banyak sekali, akan kami sampaikan satu-satu nanti,” tutup Susiwijono.