IMF Proyeksikan Ekonomi Global Melambat, Harga Emas Meredup

0
169

VIVA – Harga emas internasional dibuka turun pada perdagangan Rabu pagi karena investor khawatir tentang ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, serta dipangkasnya proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

Dilansir dari CNBC, pada Rabu 10 April 2019, harga emas di pasar spot turun sekitar 0,1 persen ke level US$1.303,14 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS turun sekitar 0,1 persen ke posisi US$1.307,6 per ons.

Dana Moneter Internasional atau IMF pada Selasa memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2019 dan memperingatkan dapat lebih lambat, karena ketegangan perdagangan dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Emas Domestik

Sementara itu, harga emas dalam negeri produksi PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam pada Rabu 10 April 2019, dibanderol seharga Rp663,5 ribu per gram. Harga itu, naik Rp1.500 per gram dibandingkan harga kemarin.

Dikutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, pembelian kembali atau buyback ditetapkan seharga Rp590 ribu per gram, atau naik Rp1.000 per gram dibandingkan harga kemarin.

Adapun harga emas berdasarkan ukuran di antaranya, emas lima gram Rp3,13 juta, 10 gram Rp6,21 juta, 25 gram Rp15,41 juta, dan 50 gram Rp30,76 juta. Kemudian, emas 100 gram dibanderol Rp61,45 juta, 250 gram Rp153,37 juta, dan emas 500 gram Rp306,55 juta.

Dan, untuk ukuran emas terkecil dan terbesar yang dijual Antam pada hari ini, yaitu 0,5 gram dibanderol Rp356,25 ribu dan 1.000 gram sebesar Rp613,1 juta.

Selanjutnya, produk Batik all series, ukuran 10 gram dan 20 gram dipatok masing-masing Rp6,87 juta dan Rp13,2 juta.

Adapun untuk pembelian emas hari ini, Antam mencatat untuk ukuran satu gram, lima gram, dan 1.000 gram sedang tidak tersedia. Selanjutnya, untuk emas ukuran tiga gram, 10 gram, 250 gram dan 500 gram hanya ada di Butik Logam Mulia.