JK mengimbau para wajib pajak untuk segera melaporkan SPT

0
274

Sanksi Pajak —— Pejalan kaki melintas dekat spanduk ajakan pengisian surat pemberitahunan tahunan (SPT) pajak di Jakarta, Senin (11/3). Pemerintah memberikan batas waktu penyampaian SPT pajak penghasilan hingga tiga bulan setelah akhir tahun. Bagi wajib pajak yang tidak melaporkan hingga batas waktu, maka wajib pajak akan terkena sanksi Rp 100.000 untuk wajib pajak pribadi dan Rp 1 juta untuk wajib pajak badan. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/11/03/2019

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau para wajib pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh). Kalla mengatakan, ketaatan para wajib pajak melaporkan SPT sangat membantu negara untuk mengumpulkan uang melalui pajak.

“Karena tanpa pajak negara enggak bisa bikin apa-apa. Ya semua pembangunan, semua gaji, semua pengeluaran negara 80 persen dari pajak. Dulu minyak yg 70 persen. Sekarang pajak. karena itulah maka kewajiban pajak harus dipenuhi,” ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (18/3).

Ia mengatakan, saat ini pemerintah berusaha meningkatkan tax ratio Indonesia yang sekarang masih berada di kisaran 11 persen. Kalla menyebutkan, pemerintah menargetkan tax ratio hingga 15 persen ke depannya.

Untuk meningkatkan tax ratio itu, Kalla kembali mengingatkan wajib pajak untuk segera melaporkan SPT sebab saat ini sistemnya sudah dipermudah melalui e-filling.

“Ya masih ada waktu kurang lebih 12 hari. Agar masyarakat menggunakan waktu. Kalau enggak , pasti kena denda. Jadi ini mudah, jadi tidak perlu di kantor pajak,” lanjut Wapres.