Kampus Swasta Diusulkan Bebas Pajak 2 Tahun

0
53

Mantan Menteri Pendidikan Malaysia Mazslee Malik mengusulkan kepada pemerintah agar memberi insentif berupa pembebasan pajak untuk lembaga pendidikan tinggi swasta.

Maszlee mengatakan pemberian tax holiday akan membantu kampus swasta bertahan di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, tax holiday harus diberikan setidaknya 2 tahun sebelum akhirnya kampus-kampus swasta tersebut pulih kembali.

“Saya menyarankan agar lembaga pendidikan tinggi swasta yang menawarkan beasiswa kepada mahasiswa diberikan pembebasan pajak berdasarkan jumlah beasiswa yang diberikan,” katanya, Rabu (28/7/2021).

Maszlee mengatakan pandemi Covid-19 menjadi tantangan besar bagi kampus swasta yang mengandalkan pemasukan dari pembayaran mahasiswa. Ketika berbagai aktivitas ekonomi masyarakat menurun, kampus swasta juga ikut terdampak dan menghadapi tekanan berat.

Selain insentif pajak, pemerintah juga perlu mempertimbangkan pemberian subsidi biaya pendidikan kepada mahasiswa dari keluarga kelas menengah ke bawah. Dengan subsidi, beban biaya yang harus dibayarkan mahasiswa akan berkurang serta potensi mereka menghentikan pendidikannya lebih kecil.

Di sisi lain, Maszlee menyerukan pembebasan visa dan biaya pengelolaan visa Education Malaysia Global Services (EMGS) kepada mahasiswa asing yang ada di Malaysia. Menurutnya, keringanan itu dibutuhkan para mahasiswa asing yang telah ada di Malaysia tetapi mengikuti kuliah online selama pandemi.

“Inisiatif bantuan itu diperlukan karena pandemi Covid-19 telah mengancam kelangsungan hidup kampus swasta yang sebagian besar kesulitan mendapatkan mahasiswa baru, terutama mahasiswa internasional,” ujarnya, seperti dilansir malaymail.com.

Pemerintah, sambung Maszlee, harus memberikan perhatian lebih kepada kampus swasta. Pasalnya, pada saat ini, terdapat 537.434 mahasiswa yang menjalani pendidikan di berbagai kampus swasta di Malaysia.