Kembali pangkas proyeksi, OECD perkirakan ekonomi global hanya tumbuh 3,3% tahun ini

0
32

OECD Conference Centre Entrance, New 50th Logo/Banner 31st January, 2011 Paris, France

KONTAN.CO.ID – PARIS. Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2019 dan tahun 2020 sebagai kelanjutan penurunan proyeksi pada November 2018. Hal ini mengingatkan bawah sengketa perdagangan dan ketidakpastian Brexit akan melanda perdagangan dan bisnis dunia.

Mengutip Reuters, dalam laporan interimnya, OECD memperkirakan ekonomi dunia hanya akan tumbuh 3,3% pada 2019 dan 3,4% pada tahun 2020.

Proyeksi ini lebih rendah dari proyeksi yang dirilis OECD November tahun lalu yang memperkirakan ekonomi global akan tumbuh 3,5% di tahun 2019 dan 3,5% pada tahun 2020.

“Ketidakpastian kebijakan yang tinngi, ketegangan perdagangan yang sedang berlanjut dan penurunan bisnis dan kepercayaan kosnumen lebih lanjut berkontribusi terhadap perlambatan,” jelas OECD dalam laporannya seperti dikutip Reuters Rabu (6/3).

Selain itu, “Ketidakpastian kebijakan substansial masih terjadi di Eropa, termasuk over Brexit yang akan meningkatkan biaya bagi ekonomi eropa secara substansial, imbuh OECD.

Eropa tetap dipengaruhi oleh ketidakpastian atas rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Kondisi ekonomi global juga akan dipengaruhi oleh efek perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta titik-titik lemah lainnya seperti tanda-tanda resesi di Italia.

Bahkan, OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Eropa menjadi hanya 0,7% pada 2019, hampir separuh dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 1,6%.

Sedangkan tahun 2020, ekonomi Jerman diramal akan tumbuh 1,1%. Menurut OECD, ekonomi Jerman yang bergantung pada ekspor akan sangat dipengaruhi oleh pelemahan permintaan global dan meningkatnya hambatan perdagangan.

Sementara itu, data yang dirilis baru-baru ini menunjukkan pendapatan per kapita AS pada Januari 2019 jatuh untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, sementara belanja konsumen turun terdalam sejak 2009 pada Desember lalu.

China yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia juga menghadapi tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi.

China berupaya menopang perekonomiannya yang melambat melalui kebijakan pemotongan pajak dan belanja infrastruktur untuk mendongkrak permintaan domestik.