Keputusan IMF pangkas pertumbuhan ekonomi global bikin rupiah loyo

0
319

Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Bank Mandiri KCP Jakarta DPR, Senin (7/1/2019). Kurs Rupiah terhadap Dolar AS menguat 1,3 persen menjadi Rp14.080. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Keputusan International Monetery Fund (IMF) untuk kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global berdampak pada laju rupiah. Pada perdagangan, Rabu, (10/4) rupiah di pasar spot melemah 0,14% menjadi Rp 14.153 per dollar Amerika Serikat (AS).

Setali tiga uang, kurs tengah rupiah pada Bank Indonesia (BI) juga turun tipis 0,03% ke Rp 14.155 per dollar AS.

Pada, Selasa (9/4) kemarin, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,3%. Angka ini lebih rendah 0,2% dari proyeksi yang diungkapkan IMF pada Januari 2019 lalu.

Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengatakan, pasca pernyataan IMF ini, pelaku pasar mulai keluar dari aset berisiko dan masuk pada aset lindung nilai alias safe haven. “Jadi pelaku pasar memilih keluar dari aset berisiko seperti rupiah dan kembali masuk ke US Treasury serta dollar AS,” ujarnya, hari ini.

Satria juga melihat, secara jangka menengah dan jangka panjang, posisi dollar AS cenderung melemah. Penyebabnya, proyeksi pelemahan ekonomi di Negeri Paman Sam serta kebijakan suku bunga yang lebih hati-hati.

Karena itu, Satria masih optimis, pergerakan rupiah hari ini dapat rebound dengan kisaran Rp 14.090-Rp 14.0140 per dollar AS.