Lebihi target, penerimaan pajak lewat e-commerce mencapai Rp 140 miliar

0
142

Ilustrasi pajak pph. KONTAN/Baihaki/20/10/2016

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Eskalasi fasilitas pembayaran pajak semakin meluas. Pada Agustus lalu, Wajib Pajak (WP) dapat membayar kewajibannya lewat e-commerce.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) realisasi penerimaan pajak yang dibayar melalui e-commerce pada tanggal 23 Agustus sampai dengan akhir November 2019 telah mencapai Rp 140 miliar dengan jumlah transaksi lebih dari 30.000 transaksi.B

Moncer, angka tersebut sudah melebihi target akhir 2019 sebesar Rp 100 miliar. Padahal channel yang bekerjasama dengan Kemenkeu hanya Bukalapak, Tokopedia, dan Finnet.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto mengatakan realisasi penerimaan tersebut di atas ekspektasi Kementerian Keuangan sebagai implementasi perluasan channel transaksi penerimaan pajak dan memudahkan penyetoran penerimaan negara. Terlebih, khususnya untuk masyarakat atau WP pada umumnya serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dengan pencapaian cemerlang itu, Andin memproyeksi pada 2020 pembayaran pajak via e-commerce ditargetkan mencapai Rp 200 miliar. Adapun strateginya, Kemenkeu akan menambah 10 channel penyetoran pajak baru, bahkan bisa merambah ke toko-toko rilel modern. “Alfamart dan Indomaret sudah mengajukan, banyak yang lain-lain juga tertarik,” kata Andin di kompleks MPR/DPR, Rabu (11/12).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kemenkeu Hestu Yoga Saksama menambahkan upaya ini dapat memberikan pendekatan kepada WP, khususnya UMKM. Terlebih potensi penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) final dari UMKM cukup besar.

Yoga bilang pembayaran pajak via ecommerce merupakan suatu langkah positif bagi pelapak, di mana mereka bisa berdagang sekaligus langsung membayar pajak di satu platform. Menurutnya, edukasi kepatuhan pajak yang friendly ini dapat serta merta menyadarkan WP pentingnya membayar pajak.

Asal tahu saja, transaksi pembayaran pajak via e-commerce itu menggunakan Modul Penerimaan Negara Generasi ke-3 atau MPN G3 yang lebih canggih dari teknologi sebelumnya. Melalui MPN G3 transaksi pembayaran pajak e-commerece langsung terhubung dengan sistem Kemenkeu.B

Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Kemenkeu Sudarto menerangkan salah satu keunggulan MPN G3 adalah mampu melayani penyetoran penerimaan negara hingga 1.000 transaksi per detik, meningkat signifikan dari hanya 60 transaksi per detik pada MPN G2. 

Selain itu, penyetoran penerimaan negara pada MPN G3 juga dapat dilakukan melalui dompet elektronik, transfer bank, virtual account, dan kartu kredit yang dilaksanakan oleh agen penerimaan yang dikenal dengan lembaga persepsi lainnya seperti ecommerceretailer, dan fintech.