Miliarder taat pajak dan gemar membeli perusahaan

0
268

Selain kaya, Stephen Rubin juga ternyata adalah pembayar pajak yang taat. Dari sekian banyak orang kaya di Inggris, Rubin tercatat pembayar pajak yang cukup besar. Selain itu, Rubin dikenal sebagai pengusaha yang doyan ekspansi. Banyak perusahaan ia beli. Rubin juga terkenal orang yang berani menaruh duit menjadi sponsor di beberapa klub bola Liga Inggris. Namanya kian melambung saat perusahaannya mencatatkan laba bersih hingga 184,6 juta.

Stephen Rubin memang layak menjadi teladan bagi banyak orang. Masuk dalam jajaran orang paling tajir se-dunia, Rubin juga ternyata termasuk salah satu konglomerat paling taat pajak di negaranya.

Pada periode tahun 2017 hingga 2018 lalu, Rubin tercatat merupakan wajib pajak dengan pembayaran pajak paling tinggi se-Inggris Raya. Tercatat, Rubin membayar pajak sebesar 181,6 juta atau setara US$ 236,77 juta.

Nama Rubin tercatat pembayar pajak paling tinggi dibandingkan orang kaya Inggris lain seperti Denise, John dan Peter Coates dan Sir James Dyson. Sebagian besar pajak tersebut merupakan hasil usahanya di beberapa perusahaan miliknya.

Salah satunya yang terbesar adalah JD Sports, Rubin menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan itu. Dari total pajak yang harus dibayarkan olehnya pada tahun 2018 yakni sebesar 181,6 juta, sebanyak 121,5 juta berasal dari pendapatannya di JD Sports. Sisanya berasal dari Pentland dan dividen yang diperoleh atas namanya.

Asal tahu saja, JD Sport merupakan perusahaan ritel yang berbasis di Bury, Manchester Inggris yang fokus untuk menjual produk dan peralatan olahraga.

Perusahaan ini juga merupakan salah satu anak usaha Grup Pentland miliknya. Kepemilikan sahamnya di JD Sports masih terbilang baru yakni pada bulan Mei 2005. Kala itu Pentland membeli saham dari salah satu pemilik perusahaan yaitu Wardle dan Makin sebesar 44,6 juta.

Kiprah Rubin di perusahaan ini juga sangat masif, mengingat pasca diboyong oleh Pentland, JD Sports bertumbuh semakin pesat. Terutama pada tahun 2007 akhir, Pentland yang tercatat sebagai pemegang saham terbesar membeli beragam lisensi merek ternama. Sebut saja seperti Firetrap, Alu, Henleys dan Adidas harga sebesar 19 juta.

Tak hanya itu, nama JD Sports pun semakin mentereng di kalangan olahraga ketika menjadi sponsor dan pemasok utama di beberapa tim sepak bola Inggris pada tahun 2008. Tercatat beberapa nama tim yang disponsori oleh JD Sports, antara lain Bournemouth, Charlton Athletic, Dundee United, Blackpool, Luton Town dan Oldham Athlelic.

Tidak berhenti di sana, pada bulan Mei 2009 JD Sport kembali melakukan aksi korporasi dengan membeli Chausport sebuah perusahaan olahraga yang memiliki 75 toko ritel di Prancis. Dari sana, JD Sports membeli beberapa perusahaan olahraga lain seperti Canterbury, produsen alat rugbi asal Selandia Baru dan Duffer of Saint George serta Kooga Rugby untuk menguasai pasar rugbi.

Teknik bisnis Rubin memang cukup gesit, tidak cukup telah membeli beragam merek dan produsen alat olahraga. Pada tahun 2011 Rubin melalui JD Sports kembali membeli Champion Sports seharga 19,6 miliar, tidak lama berselang di tahun 2012

JD Sports juga membeli Blacks Leisure Group seharga 20 juta. Hanya dalam kurun waktu satu bulan, Februari 2012 perusahaan ini kembali membeli perusahaan fesyen yakni FLY53 yang bergerak di segmen pakaian sehari-hari alias streetwar, namun mengenai besaran harga pembelian FLY53 sampai saat ini tidak disebutkan.

Masih di tahun 2012, JD Sports kembali mencaplok 40% saham perusahaan ritel bidang fesyen Tessuti, yang pada akhirnya secara penuh dimiliki di tahun 2016. Lewat segelintir aksi korporasi, JD Sports berhasil membukukan kinerja baik, terbukti dari perolehan laba bersih di tahun 2017 yang menembus 184,6 juta.

Sat ini Rubin melalui Pentland Group tercatat masih memiliki total saham sebesar 58% JD Sports sekaligus menjadi pengendali di perusahaan tersebut.