Pakistan Bebaskan PPN Impor Buah-Buahan dari Afganistan

0
65
Pengunjung mengendus buah melon yang akan dipetiknya di kebun kawasan wisata edukasi Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (12/9/2021). Di kebun melon tersebut pengunjung bebas memilih dan memetik sendiri buah melon yang dibeli dengan harga Rp10 ribu per kilogram. ANTARA FOTO/Siswowidodo/wsj.

Pakistan memberikan insentif pembebasan PPN atas buah-buahan yang diimpor dari Afganistan.

Berdasarkan keterangan resmi dari otoritas pajak, Federal Board of Revenue (FBR), pembebasan PPN atas buah-buahan dari Afganistan merupakan tindak lanjut dari instruksi Perdana Menteri Imran Khan.

“Langkah ini diharapkan dapat membantu pedagang dan petani di Afganistan,” ujar Pakistan’s Special Representative for Afghanistan, Muhammad Sadiq Khan, dikutip Senin (27/9/2021).

Khan mengatakan keputusan ini adalah bagian dari kebijakan luar negeri Pakistan yang menekankan pada aspek geoekonomi.

Merespons kebijakan tersebut, Kementerian Luar Negeri Afganistan yang saat ini dikuasai oleh Taliban mengatakan langkah ini akan meningkatkan aktivitas perdagangan antara kedua negara.

“Afganistan sebagai land-locked country mengapresiasi kebijakan tersebut. Kebijakan ini diharapkan dapat memfasilitasi perdagangan dan kerja sama lainnya antara kedua negara ke depan,” ujar Juru Bicara Menteri Luar Negeri Afghanistan Abdul Qahar Balkhi seperti dilansir china.org.cn.

Kebijakan pembebasan PPN atas impor produk buah-buahan ini dinilai akan meringankan beban petani di Afghanistan mengingat sebelumnya tarif PPN impor yang dikenakan mencapai 17%.

Untuk diketahui, kursi pemerintahan Afganistan telah diduduki oleh Taliban sejak 15 Agustus 2021. Presiden Afganistan Ashraf Ghani telah melarikan diri ke Uzbekistan sebelum Taliban berhasil masuk ke ibu kota Afganistan, Kabul.