Penerimaan pajak dari jasa keuangan dan transportasi tumbuh paling baik

0
79

Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Menkeu melaporkan realisasi APBN 2019 hingga Februari 2019 tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap PDB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz.

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 mencapai 5,07%. Secara sektoral pertumbuhan tersebut masih ditopang oleh sektor tersier yaitu perdagangan, transportasi, informasi dan komunikasi, jasa keuangan serta jasa lainnya.

Kontribusi sektor tersier terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 sebesar 47,52%, dengan pertumbuhan secara tahunan (yoy) mencapai 3,19%. Lebih tinggi dibanding kuartal I-2018 yang tumbuh 2,80%.

“Tersier masih kuat, artinya PDB kita didukung oleh sektor jasa,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (Kemkeu), Kamis (16/5).

Sedangkan sektor primer dan sektor sekunder hanya menyumbang masing-masing sebesar 20,42% dan 32,06%. Kontribusi sektor primer hanya tumbuh 0,41% yoy, melambat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I-2018 yang tercatat tumbuh 0,52%. Kontribusi sektor primer mengalami penurunan pada sektor pertanian yang mengalami pergeseran masa panen.

Sektor sekunder pada kuartal I-2019 hanya tumbuh 1,47% melambat bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tumbuh mencapai 1,47%. Ini mengakibatkan kontribusi sektor sekunder juga mengalami penurunan. Terutama disebabkan oleh penurunan pada sektor konstruksi.

Kondisi tersebut tercermin dari penerimaan pajak ditinjau dari sisi sektoral. Pertumbuhan penerimaan pajak paling tinggi per April 2019 terjadi di sektor jasa keuangan serta transportasi dan pergudangan.

Nominal penerimaan pajak dari jasa keuangan tercatat Rp 53,41 triliun tumbuh 8,6% padahal pada April 2018 justru turun 4,3%. Sedangkan nominal penerimaan pajak dari sektor transportasi dan pergudangan sebesar Rp 17,41 triliun tumbuh 25,5% lebih tinggi dibanding pertumbuhan April 2018 yang tumbuh 13,3%.

Sedangkan sektor lainnya malah menunjukkan pertumbuhan yang melambat. Misalnya nominal penerimaan dari sektor konstruksi dan real estate tercatat Rp 23,52 triliun, hanya tumbuh 2,6% sedangkan April tahun lalu tumbuh mencapai 12%.