Penerimaan pajak seret, Ditjen Pajak masih belum perkirakan shortfall

0
243

JAKARTA,05/09-ROBERT PAKPAHAN. Direktur Jenderal Pajak - Dirjen Pajak Robert Pakpahan di jakarta, Rabu (05/09). KONTAN/Fransiskus Simbolon/05/09/2018

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penerimaan pajak tahun ini masih seret. Hal ini terlihat dari pertumbuhan penerimaan pajak yang tidak setinggi tahun lalu. Bahkan di bulan April lalu hanya tumbuh 1%, dan per akhir Mei ini juga hanya tumbuh 2,4%.

Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengakui kinerja penerimaan pajak, dalam perjalanannya akan banyak menemui tantangan untuk mencapai target APBN 2019. Meskipun begitu, Direktorat Jenderal Pajak masih belum melakukan kalkulasi shortfall atau estimasi gagal mencapai target.

“Belum sampai shortfall walaupun challenging mencapai target 100% kami upayakan terus untuk lebih baik,” ujar Robert saat konferensi pers APBN KiTa di kompleks Kementerian Keuangan, Jumat (21/6).

Selain bertumpu pada harapan perekonomian bisa membaik semester kedua nanti, Robert juga mengatakan perbaikan penerimaan akan terjadi sejalan dengan restitusi yang akan melambat pada semester kedua. “Restitusi di semester II seharusnya sudah melambat,” jelas Robert.

Pemerintah memang menyebutkan, sejak awal tahun penerimaan pajak melambat karena adanya percepatan restitusi. Misalnya pada sektor industri pengolahan, pemerintah menyebut restitusi pada sektor tersebut tumbuh hingga 40,4%. Selain itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM  tercatat turun 4,4% dari semestinya tumbuh 2,28% apabila restitusi tidak masuk hitungan.

Rrealisasi penerimaan pajak hingga Mei 2019 baru mencapai 31,5% dari target APBN 2019 atau setara Rp 496,6 triliun. Padahal pada Mei tahun lalu, realisasi penerimaan pajak mencapai 34,1% dari target.

Adapun sepanjang tahun lalu, pemerintah mencatat penerimaan pajak hanya 92,4% dari target APBN 2018 yang sebesar Rp 1.424 triliun. Tahun lalu, realisasi penerimaan pajak tercatat Rp 1.315,9 triliun. Jumlah ini juga masih lebih rendah, meski  DJP sudah memangkas outlook penerimaan pajak menjadi Rp 1.350,93 triliun di 2018.