Pergerakan IHSG di Februari 2019 ikut dipengaruhi data pertumbuhan ekonomi

0
246

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan kembali moncer di bulan Februari 2019. Indeks Garuda berpotensi melanjutkan aksi rally seperti yang terjadi di bulan Januari 2019.

Asal tahu saja, selama bulan Januari 2019 IHSG berhasil mencatatkan raihan positif dengan penguatan sebesar 5,01% yang didukung oleh aksi beli bersih alias nett buy asing sebesar Rp 13,43 triliun.IHSG tercatat mengakhiri perdagangan Januari 2019 dengan penguatan sebesar 1,06% ke level 6.532.

Ini adalah pertama kalinya indeks menyentuh level psikologis 6.500 sejak 12 Maret 2018.Performa IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham utama di kawasan Asia yang juga menguat, diantaranya indeks Nikkei naik 1,06%, indeks Shanghai naik 0,35%, Hang Seng naik 1,08%, dan indeks Straits Times naik 0,54%.

Raihan ciamik IHSG tak lepas dari sentimen positif baik internal maupun eksternal yang berhembus ke pasar. “Bulan Februari secara umum sentimennya masih positif, terutama dari nilai tukar rupiah yang menguat dan suku bunga yang diperkirakan masih tetap stabil,” demikian kata Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan ketika dihubungi oleh Kontan.co.id pada Jumat (1/2).

Melunaknya Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) terkait dengan kebijakan suku bunga acuan atau Fed Fund Rate (FFR) menjadi angin segar bagi pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah. The Fed telah memutuskan untuk menahan FFR pada level 2,25%-2,50%.

Terlebih lagi The Fed telah menyampaikan sikapnya yang cenderung menahan atau dovish laju kenaikan FFR tahun ini.

“Tantangan bagi pergerakan IHSG di bulan Februari 2019 ada di sisi data pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan di atas 5,2 year on year (yoy) di tahun 2018, pencapaian yang tidak sesuai ekspektasi atau lebih rendah dapat memicu aksi profit taking,” ungkap Valdy.

Lalu hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah bagaimana perkembangan negosiasi terkait kisruh dagang antara AS dan China. Valdy bilang awal Februari 2019 diperkirakan akan ada pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dinantikan hasilnya oleh pasar.

Untuk pergerakan IHSG di bulan kedua tahun 2019 ini diproyeksikan berada di support dan resistace di level 6.680-6.700.

Senada dengan Valdy, Analis Semesta Indovest Sekuritas Aditya Perdana Putra mengatakan investor saat ini masih mencermati seberapa besar angka pertumbuhan ekonomi Indonesia per kuartal-IV 2018.

“Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) As juga penting untuk dilihat, jika kedua data tersebut berhasil di atas estimasi maka akan berdampak positif terhadap indeks,” kata dia kepada Kontan.co.id.

Aditya memproyeksi, pada bulan Februari 2019 IHSG akan bergerak dengan level support 6.400 dan resistance 6.600 atau cenderung bullish.