Pertama Kali, Penerimaan Negara Tembus 100%

0
326

Jakarta – Sehari sebelum perayaan Tahun Baru 2019, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan penerimaan negara 2018 mencapai 100%. Sri Mulyani mengklaim capaian tersebut adalah yang pertama kali dalam sejarah APBN.

Sri Mulyani menjelaskan pemerintah meraup penerimaan sebesar Rp 1.894,72 triliun atau 100% dari target APBN 2018. Sumbernya dari perpajakan, yaitu pajak dan bea cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan hibah.

“Pada tahun ini untuk pertama kalinya Kementerian Keuangan tidak mengundang-undangkan APBN Perubahan dan tahun 2018 ditutup dengan Penerimaan Negara sebesar 100%,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/12/2018).

Rencananya, Sri Mulyani akan melaporkan capaian penerimaan negara tersebut ke Presiden Joko Widodo, Selasa (1/1/2019).

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan negara tahun 2018 sebesar 100% dari target APBN yang sebesar Rp 1.894,72 triliun.

“Pada tahun ini untuk pertama kalinya Kementerian Keuangan tidak mengundang-undangkan APBN Perubahan dan tahun 2018 ditutup dengan penerimaan negara sebesar 100%,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya, Jakarta, Senin (31/12/2018).

Penerimaan negara yang telah mencapai Rp 1.894,72 triliun ini, kata Sri Mulyani berasal dari pajak, cukai, PNBP, dan hibah.

Sri Mulyani juga menyebutkan, untuk belanja negara realisasinya sebesar 97% dari alokasi yang ditetapkan Rp 2.220,65 triliun. Dengan realisasi penerimaan dan belanja tersebut, maka defisit anggaran berada di bawah 2%.

“Belanja Negara mencapai 97% dan Defisit/Primary Balance di bawah 2%, sejak tahun 2012,” ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Direktur Penyusunan APBN Ditjen Anggaran Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, capaian pendapatan negara tahun 2018 yang akan melebihi target APBN berkat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang naik.

Menurut Kunta, PNBP pada tahun ini realisasinya sangat baik seiring dengan pergerakan harga minyak yang tinggi. Sehingga hal itu menjadi berkah bagi sektor PNBP.

“Terutama didukung oleh PNBP yang lebih tinggi dari target, karena harga minyak real-nya lebih tinggi,” ungkap dia.

Awalnya, penerimaan negara sampai akhir 2018 sebesar Rp 1.936 triliun atau lebih tinggi dari target APBN Rp 1.894 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan melaporkan kinerja APBN tahun 2018 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Laporan itu termasuk juga penerimaan negara yang capai target 100%.

Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Anggaran Askolani usai melakukan rapat akhir tahun di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (31/12/2018).

“Ibu tanggal 1 report ke Presiden, tanggal dua baru report ke wartawan,” kata Askolani.

Askolani menjelaskan, laporan yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Presiden Jokowi dilakukan secara tertulis, mengingat pada 1 Januari 2019 masih libur tahun baru.

“Tanggal 1 itu ibu report tertulis kirim resmi ke Presiden,” ungkap dia.