Pertumbuhan ekonomi 2018 di bawah target yang ditetapkan dalam APBN

0
239

KONTAN.CO.ID – JAKARTA.  Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi tahun 2018 mencapai 5,17% atau lebih tinggi dari 2017 yang sebesar 5,07%. Meski demikian, pertumbuhan tersebut tidak mencapai target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sebesar 5,4%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu sangat dipengaruhi perkembangan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas. BPS mencatat harga komoditas non migas di pasar global pada triwulan IV 2018 tercatat turun dibandingkan kuartal III dan kuartal IV 2017.

“Jadi capaian pertumbuhan 5,17% ini cukup menggembirakan,” ujarnya, Rabu (6/2).

Menurut Suhariyanto, selain harga komoditas non migas yang turun, harga komoditas migas turun bila dibandingkan kuartal III 2018 dan kuartal IV 2017. Ia mengambil contoh penurunan yang terjadi pada komoditas pangan, yang turun dari kuartal IV 2018 ke kuartal III 2018 antara lain adalah minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan ikan.

“Sementara yang mengalami penurunan dari kuartal IV 2017 ke kuartal IV 2018 antar lain minyak kelapa, teh, kedelai dan jagung, sementara komoidtas tambang aluminium, nikel,” terangnya.

Suharyanto melanjutkan, ekonomi negara-negara yang menjadi mitra Indonesia juga mengalami perlambatan. Ia mengambil contoh China, dimana ekspor ke China mencapai 14,5%, ekonominya mengalami perlambatan menjadi 6,4% di kuartal IV 2018 lebih rendah dari 6,7% di kuartal IV 2017. Perlambatan ekonomi ini pun dialami oleh Amerika Serikat dan Singapura

Capaian pertumbuhan ekonomi di tahun ini lebih rendah dibandingkan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sebesar 5,4%.

BPS merilis pada kuartal IV, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,18% Lebih tinggi bila dibandingkan pertumbuhan ekonomi di kuartal III yang sebesar 5,17%. Namun, angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal IV tahun 2017 yang sebesar 5,19%.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,15% hingga 5,2%, Sementara Gubernur BI Perry Wardjiyo juga telah menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 yakni 5,1%.