PT Pos dan Peruri Kumpul di Kantor Pajak Bahas Meterai Palsu

0
112

Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan pagi ini menggelar sosialisasi bea meterai dalam rangka program pengamanan penerimaan pajak 2019, termasuk peredaran meterai palsu. Hadir dalam sosialisasi ini jajaran dari PT Pos Indonesia dan Perum Peruri.

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak DJP Yon Arsal mengatakan pertumbuhan penerimaan bea meterai tumbuh, tapi tidak besar. Di mana, target penerimaan perpajakan 2019 hampir Rp 1.800 triliun, dan dari pajak sendiri sekitar Rp 1.570 triliun.

“Di mana posisi bea meterai? Kalau kita lihat perkembangan penerimaan dalam 6 tahun terakhir penerimaan dari bea meterai stabil di angka Rp 4-5 triliun. 2013 Rp 4,42 triliun, 2018 Rp 5,4 triliun, 2019 sampai Oktober Rp 4,6 triliun,” kata Yon di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Senin (18/11/2019).

“Pertumbuhan penerimaan pajak meningkat siginifikan jadi porsi bea meterai makin lama makin kecil, menurut kami potensinya cukup besar, karena ada dua komponen satu kegiatan ekonomi dan tidak berbasis ekonomi,” sambungnya.

Yon mengatakan, DJP saat ini terus berupaya agar bisa mendapatkan penerimaan secara optimal dari bea meterai tersebut. Maka, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk PT Pos dan Peruri.

Dalam membuat penerimaan lebih optimal ini pula, kata Yon, pihaknya akan terus menekan peredaran meterai palsu.

“Kita juga bicara meterai palsu. Kalau kita tunjukkan itu tidak ada bedanya. Masih ada yang jualan di toko online bea meterai 2.000 itu pasti bea meterai palsu. Oleh karena itu perlu sosialisasi untuk bedakan meterai-meterai yang palsu ini,” jelasnya.