Sekda DKI Yakin Bisa Kejar Pemasukan Pajak 2019

0
312

Jakarta –

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengaku optimistis bisa penuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) senilai Rp 44,5 triliun. Meski sampai 17 Oktober 2019, PAD dari pajak baru menyentuh Rp 31,5 triliun atau 70,86 persen.

“Kamu jangan bilang ini berhasil tercapai atau tidak tercapai. Masih ada waktu 2,5 bulan. Kemarin kita harus mencari uang dalam 2,5 bulan,” ujar Saefullah kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (24/10/2019).

Dia yakin bisa mencapainya dengan waktu tersisa. Biasanya, menurut Saefullah, akan ada peningkatan di akhir tahun.

“Ya memang itu yang harus dicapai, bukan tambahan, memang kita ada pengalaman Desember terakhir dapat Rp 5 triliun. Pernah Desember dari semua jenis pajak,” imbuh Saefullah.

Saefullah meminta kepada semua pihak untuk ikut mendoakan. Sehingga, target PAD dari pajak bisa tercapai.

“Kalian juga ikut berdoa semoga Dinas Pajak kita betul-betul,” kata Saefullah.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut akan membahas Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil pajak. Anies mengatakan PAD ini bergantung pada kondisi ekonomi daerah.

“Besok kita akan rapat lagi (bahas) soal pendapatan. Mudah-mudahan beres. Karena memang sangat tergantung kondisi ekonomi,” ujar Anies di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

Data BPRD itu menunjukkan adanya defisit sebesar Rp 12,9 triliun. Anies menegaskan akan mengundang pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan pembahasan program 2020. Menurutnya, PAD dari pajak ini bergantung pada kondisi ekonomi serta tingkat transaksi yang terjadi.

“Jadi memang kita datangi untuk transaksi-transaksi besar yang kita tahu akan terjadi di 2020, kita undang untuk diselesaikan 2019. Itu menggambarkan bahwa isunya lebih pada jumlah transaksi,” kata Anies