Senator Bernie Sanders Usulkan Kenaikan Pajak Korporasi

0
27

Anggota Senat AS Bernie Sanders bersama dengan beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat mengusulkan beleid baru yang mengenakan pajak yang lebih tinggi atas korporasi.

Sanders mengusulkan adanya pengenaan pajak korporasi berdasarkan perbandingan gaji CEO dan pegawai. Bila gaji CEO 50 kali lipat lebih tinggi dibandingkan median gaji karyawan, maka pajak korporasi yang dibayar harus lebih tinggi dari tarif normal.

“Rata-rata gaji CEO perusahaan masuk bursa US$15 juta per tahun, 200 hingga 300 kali lipat median gaji pegawai umumnya. Gaji CEO yang amat tinggi itu meningkatkan ketimpangan penghasilan di AS,” tulisnya dalam beleid bernama Tax Excessive CEO Pay Act, dikutip Kamis (18/3/2021).

Apabila gaji CEO diketahui 50 hingga 100 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan median gaji pegawai, tarif pajak korporasi diusulkan ditambah sebesar 0,5%. Bila ketimpangan gaji mencapai 100 hingga 200 kali lipat, Sanders mengusulkan adanya tambahan tarif pajak korporasi sebesar 1%.

Tertinggi, bila gaji CEO tercatat 500 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan median gaji pegawai, maka tarif pajak korporasi atas penghasilan perusahaan tersebut diusulkan ditambah 5%.

“Dengan menaikkan tarif pajak korporasi dengan gaji CEO yang berlebihan, penerimaan pajak yang terkumpul bisa mencapai US$150 miliar selama 10 tahun. Langkah ini akan membantu mengurangi peningkatan ketimpangan penghasilan yang terjadi di AS,” tulis Sanders.

Untuk melaksanakan ketentuan ini, Kementerian Keuangan AS akan diberikan kewenangan untuk menindak perusahaan perusahaan yang memanipulasi data gaji CEO dan pegawai yang dilaporkan. Beleid ini diusulkan berlaku atas perusahaan tertutup dan terbuka.

Untuk diketahui, figur-figur Partai Demokrat yang turut mengusung rancangan beleid ini berasal dari Senat dan Kongres. Pengusul pajak kekayaan, Senator Elizabeth Warren, turut mendukung rancangan beleid yang diusung Sanders. (Bsi)