Siap-siap harga mobil dan motor terkerek, pajak BBN-KB Jakarta naik jadi 12,5%

0
138

Business district is pictured during a traffic jam in Jakarta, Indonesia, June 20, 2019. REUTERS/Willy Kurniawan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Setelah lama digembor-gemborkan, akhirnya Pemerintah Provinisi DKI Jakarta mengerek Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) kendaran bermotor.

Kebijakan kenaikan BBN-KB ini akan berpengaruh langsung terhadap harga mobil dan sepeda motor sejak berlaku efektif mulai 11 Desember 2019 mendatang.

Kenaikan tersebut termaktub dalam Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Provinsi DKI Nomor 6 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 Tentang BBN-KB.

Beleid itu menyebutkan, langkah kenaikan tarif BBN-KB merupakan upaya untuk mengendalikan laju pertumbuhan kendaraan bermotor serta mengatasi kemacetan lalu lintas yang semakin tinggi di Jakarta.

Sebab, penerapan tarif BB-KB yang masih rendah dan daya beli masyarakat terhadap kepemilikan kendaraan bermotor yang terus meningkat merupakan salah satu faktor penyumbang kemacetan lalu lintas yang makin tinggi.

“Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengenaan tarif BBN-KB terhadap dampak kemacetan lalu lintas, maka Pemprov DKI Jakarta memandang perlu melakukan penyesuaian tarif BBN-KB yang lebih proposional,” sebut Perda No. 6/2019. 

Kenaikan tarif BBN-KB bertujuan mengatasi kemacetan lalu lintas dengan tidak mematikan sektor industri otomotif. Pemprov DKI akan memanfaatkan hasil penerimaan tersebut untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan serta moda dan sarana transportasi umum.

Untuk kenaikan tarif BBN-KB yang tertuang dalam Pasal 7 ayat (1) yang menyatakan, tarif BBN-KB masing-masing: pembelian pertama sebesar 12,5% dan pembelian kedua seterusnya 1%.

Artinya, pajak BBN-KB yang semula 10% untuk wilayah DKI Jakarta naik menjadi 12,5%. Regulasi ini diundangkan pada 11 November 2019 dan berlaku 30 hari sejak tanggal diundangkan atau 11 Desember nanti.