Sri Mulyani Pede Target Pertumbuhan Ekonomi 2019 Tercapai

0
107

VIVA – Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, di tengah kondisi global dan ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat, serta perlambatan ekonomi China, Indonesia harus tetap tangguh dalam mengelola momentum stabilitas dan memperkuat fundamental perekonomian.

Selain itu, guna mengurangi angka kemiskinan, pemerintah akan terus meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi. Dengan menargetkan pertumbuhan sebesar 5,3 persen di 2019 ini.

“Di tahun 2019 ini, kita akan gunakan fiscal tools dalam menghadapi fundamental ekonomi,” kata Sri dalam acara Mandiri Investment Forum 2019, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 30 Januari 2019.

Sri menegaskan, pemerintah memiliki alasan untuk optimistis pada pertumbuhan ekonomi di tahun ini. Sebab, menurutnya, komposisi pajak sebagai salah satu indikator penilaian juga sudah terkontrol dan dibuat secara merata di Indonesia.

Dia juga menjelaskan, positifnya sejumlah angka kontribusi di sejumlah sektor terhadap pendapatan perpajakan hingga saat ini. Di mana, sektor manufaktur telah berkontribusi 11,12 persen dan sektor perdagangan 23,72 persen.

Kemudian, kontribusi sektor asuransi finansial tercatat sebesar 11,9 persen, sektor konstruksi 6,6 persen, sektor pertambangan tumbuh 51,15 persen, dan sektor pertanian yang juga berkontribusi ke pajak sebesar 21 persen.

“Ini tandanya ekonomi tumbuh dan berkontribusi ke pajak. Kita lihat juga, dari komposisi pendapatan pajak,” kata Sri.

“Jadi, kita akan terus meningkatkan rasio pajak kita. Akan kita buat lebih seimbang lagi. Rasio pajak harus terus diperbaiki,” ujarnya.