Sri Mulyani: Realisasi Insentif Pajak Dunia Usaha Hampir Rp30 Triliun

0
20

Pemerintah mencatat realisasi insentif pajak untuk dunia usaha hingga 14 Oktober 2020 sudah mencapai Rp29,68 triliun atau 25% dari total anggaran yang disiapkan sebesar Rp120,61 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan terdapat penambahan realisasi penyerapan insentif pajak sebesar Rp1,61 triliun sepanjang September 2020 dari realisasi penyerapan insentif pajak bulan sebelumnya.

“Untuk insentif usaha, terealisasi sebesar Rp29,68 triliun dengan tambahan kenaikan Rp1,61 triliun [pada September],” katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (19/10/2020).

Sri Mulyani menuturkan insentif pajak bagi dunia usaha merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional. Adapun realisasi program pemulihan ekonomi hingga September tercatat Rp344,11 triliun atau 49,5% dari total pagu sebesar Rp695,2 triliun.

Realisasi dana penanganan kesehatan hingga 14 Oktober 2020 tercatat Rp27,59 triliun atau 31,4% dari pagu Rp87,55 triliun. Sementara itu, realisasi perlindungan sosial Rp167,08 triliun atau 82,0% dari target Rp203,9 triliun.

Realisasi dukungan sektoral kementerian/lembaga (K/L) dan pemda tercatat Rp28,0 triliun atau 16,39% dari pagu Rp106,1 triliun, dan dukungan UMKM terealisasi Rp91,77 triliun atau 74,3% dari pagu Rp123,4 triliun.

Sementara itu, realisasi stimulus pembiayaan korporasi masih Rp0 dari pagu Rp53,57 triliun karena pencairannya perlu menunggu waktu yang tepat. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengakselerasi penyerapan anggaran hingga akhir tahun.

Akselerasi tersebut nantinya didukung oleh percepatan belanja penanganan Covid-19, percepatan program pemulihan ekonomi lainnya, serta adanya program-program baru seperti bantuan produktif UMKM dan subsidi gaji.

“Akselerasi program pemulihan ekonomi nasional ini terlihat dari berbagai bidang, seperti bansos maupun langkah-langkah untuk bantuan kecil menengah. Kami berharap masyarakat langsung dapat mendapatkan manfaatkan dari program tersebut,” ujarnya.