Sri Mulyani yakinkan investor ekonomi Indonesia tetap kokoh di tahun politik

0
235

Utang Pemerintah —— Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir pada jumpa Pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan (kemenkeu) Jakarta, Selasa (19/3). Mengutip data APBN KiTa yang dirilis Kemenkeu, hingga akhir Februari 2019 pemerintah telah melakukan penarikan utang mencapai Rp198,36 triliun. Angka ini setara 55,22% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp359,25 triliun. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/19/03/2019

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyakinkan investor untuk masuk ke Indonesia meskipun Indonesia tengah memasuki tahun politik. Ia mengatakan, pemerintah serius menjaga pertumbuhan ekonomi meskipun terjadi perubahan kepemimpinan.

Hal itu ia terangkan dengan memberikan contoh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menkeu menekankan bahwa kondisi perekonomian di Indonesia masih akan kondusif bagi investasi.

“Meskipun mendekati Pemilu, itu tidak akan menghentikan kita melakukan apa yang harus dilakukan untuk menjaga perekonomian,” jelas Sri Mulyani pada acara Fitch Ratings yang berlokasi di Hotel Oriental Mandarin, Rabu (20/3).

Menkeu meyakinkan, meskipun terjadi perubahan pemerintah, menjaga perekonomian merupakan komitmen bersama. Apalagi, kata dia, terbukti dari kondisi Indonesia tahun lalu yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17% dan inflasi dikisaran aman 3,13% lebih rendah dari target pemerintah.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa kebijakan ekonomi makro memiliki ruang yang cukup untuk bertanggung jawab serta membuat keputusan untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang lebih berkesinambungan. Capaian tersebut juga disampaikan Sri Mulyani melalui penurunan tingkat kemiskinan, pengangguran dan gini rasio.

Sedangkan tahun ini, pemerintah masih akan terus fokus memperbaiki iklim investasi. Antara lain melalui alokasi dana 20% untuk pendidikan dan 5% kesehatan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), melanjutkan proyek infrastruktur, serta membuat efisiensi birokrasi.

“Stabilitas makro ekonomi akan terus kami perhatikan, bahkan pemilu merupakan waktu yang tepat bagi kami untuk mengakselerasi reformasi,” jelas Sri Mulyani.