Tahun Terakhir Defisit APBN di Atas 3% PDB, Ini Kata Sri Mulyani

0
19

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan penyusunan APBN 2022 akan dilakukan lebih hati-hati lantaran menjadi tahun terakhir defisit anggaran berada di atas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sri Mulyani mengatakan APBN telah bekerja sangat keras untuk menopang perekonomian Indonesia sejak tahun lalu. Menurutnya, pemerintah akan memanfaatkan ruang pelebaran defisit yang diberikan UU 2/2020 hingga di atas 3% selama 3 tahun dengan bijaksana.

“[APBN] 2022 belum disampaikan kepada DPR, tetapi kami akan mengamati upaya pemulihan ini secara hat-hati,” katanya dalam webinar Fitch on Indonesia 2021, Rabu (24/3/2021).

Sri Mulyani mengatakan proses penyusunan APBN 2022 terus berjalan. RUU APBN akan disampaikan Presiden Joko Widodo kepada DPR pada Agustus 2021 sebelum nantinya disahkan pada 2 bulan kemudian.

Menurutnya, peran APBN sebagai countercyclical sudah terlihat dalam upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dari tekanan pandemi Covid-19. Pemerintah juga menambah belanja penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial, dukungan UMKM, serta dorongan pemulihan dunia usaha.

Dengan memperhatikan outlook perekonomian 2022, Sri Mulyani menyebut penyusunan postur APBN akan menyeimbangkan target penerimaan negara dengan kebutuhan belanja yang tetap akan berfokus pada pemulihan ekonomi.

“Defisit APBN 2022 akan lebih rendah dari tahun ini, yang menunjukkan adanya upaya konsolidasi,” ujarnya.

UU 2/2020 mengizinkan defisit APBN melebar hingga di atas 3% terhadap PDB selama 3 tahun untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Pada 2020, defisit APBN tercatat 6,09% terhadap PDB, sedangkan tahun ini ditargetkan 5,7% terhadap PDB.

Pada 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 2,07%, tetapi ditargetkan pulih menjadi 5% pada tahun ini. Menurut Sri Mulyani, ekonomi Indonesia memiliki peluang besar untuk pulih, terutama karena vaksinasi Covid-19 yang mulai berjalan dan implementasi UU Cipta Kerja. (kaw)