Tak Lagi Terganjal Pajak, Anak Usaha Pelindo II Pacu Kinerja

0
46

Kapal Tunda Batavia III-216 milik PT Jasa Armada Indonesia (JAI) memandu kapal penumpang KM Nggapulu dari Makassar menuju terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/10/2017). PT JAI mengoperasikan kapal Pandu dan Tunda untuk mendukung seluruh kegiatan pelayanan kapal di wilayah kerja Pelindo 2, yang memiliki 10 cabang pelabuhan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Sebagai anak usaha PT Pelindo 2, PT JAI akan melantai di bursa pada akhir tahun 2017. (Warta Kota/Alex Suban)

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun ini, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mengejar pertumbuhan dobel digit untuk top line maupun bottom line. Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II itu yakin dengan target yang dibidik karena tak lagi terganjal urusan pajak.

Tahun lalu pendapatan bersih Jasa Armada turun 2,63% year on year (yoy) menjadi Rp 727,05 miliar. Adapun laba tahun berjalan menyusut hingga 39,54% yoy menjadi sekitar Rp 72,81 miliar.

Menurut Jasa Armada, tanggungan pajak tahun lalu menggerus bottom line. “Ada penyelesaian pajak yang terjadi sekaligus di tahun 2018, jadi suka tidak suka biaya itu saya akui menggerus laba,” ujar Dawam Atmosudiro, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Rabu (10/4).

Tahun ini Jasa Armada berharap minimal membukukan laba tahun berjalan sama dengan tahun 2017. Dua tahun lalu, perusahaan itu mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 120,42 miliar.

Jasa Armada tentu cuma ongkang kaki menanti hasil. Agar target terpenuhi, mereka mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 200 miliar. Sumbernya berasal dari dari perolehan dana initial public offering (IPO).

Mayoritas dana belanja modal untuk membeli empat kapal baru yang sudah dipesan sejak tahun lalu. “Salah satu keuntungan kami dari hasil negosiasi dengan kontraktor galangan kapal adalah bisa bayar nanti di akhir,” kata Herman Susilo, Direktur PT Jasa Armada Indonesia Tbk.

Selain dana belanja modal, Jasa Armada menyiapkan dana investasi lain untuk membangun gedung baru di Tanjung Priok, Jakarta. Namun manajemen perusahaan ini belum bersedia mengungkapkan detail proyek yang akan mereka bangun dan anggaran yang disediakan.