Tingkatkan penerimaan pajak negara di Asia Tenggara, simak rekomendasi ADB

0
102

Asian Development Bank (ADB) merekomendasikan empat cara agar negara-negara di kawasan Asia Tenggara dapat meningkatkan penerimaan pajak. Hal ini mengingat dampak pandemi virus corona telah memukul penerimaan pajak karena dipicu oleh aktivitas ekonomi yang menurun. 

Pertama, memperluas basis pajak untuk memberikan keadilan sosial, aktivitas ekonomi, sehingga bisa maksimalisasi pendapatan pajak. ADB menilai pajak warisan perlu diterapkan, mengingat semakin banyak orang kaya di Asia Tenggara. 

Hal tersebut bertujuan untuk menarik kewajiban para wajib pajak antar generasi. Untuk itu ADB mengimbau agar pemerintah mampu melawan tantangan administratif terkait pengungkapan dan penilaian harta warisan.

Kemudian, merancang ulang desain pajak properti secara progresif. Langkah ini dinilai cenderung mudah, mengingat wajib pajak sulit untuk menghindarinya karena aset properti tidak dapat dipindahkan.

Selanjutnya, mengenakan pajak berorientasi lingkungan seperti penggunaan bahan bakar fosil. Pemerintah diharapkan bisa mengkaji lebih lanjut keseimbangan antara pajak perusahaan energi fosil dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Lalu, meningkatkan pajak penjualan atau pajak pertambahan nilai (PPN) atas layanan digital. Namun pemerintah musti berhati-hati jangan sampai justru membahayakan pertumbuhan ekonomi di sektor digital. Selain itu bisa mengarah pada tindakan timbal balik dari konsumen luar negeri yang berpotensi membahayakan bagian pendapatan pajak di negara-negara Asia Tenggara.