Upaya untuk Mengurangi Penggunaan Identitas Palsu pada Kendaraan

0
281

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak terungkap pemilik mobil mewah atau sejenis supercar menggunakan identitas palsu ketika melakukan registrasi kendaraan. Salah satu tujuan utama, agar terhindar dari pembayaran pajak progresif.

Sebab, pajak yang harus dibayarkan oleh pemilik mobil mewah sangat besar. Secara nominal bisa mencapai ratusan juta rupiah, belum lagi ditambah progresif dan lain sebagainya.

Menurut Kasubdit Regident Polda Metro Jaya AKBP Sumardji, ada beberapa cara yang bisa dilakukan bahkan sudah pernah dijalankan, agar mengurangi penggunaan identitas palsu ketika daftar kendaraan baru.

Sumardji menjelaskan, pertama membangun sistem online antara Samsat dengan Dukcapil, sehingga apabila NIK tidak terdaftar pada Dukcapil, maka kendaraan bermotor tersebut tidak bisa diregistrasikan.

“Ini yang sedang kita fokuskan, agar tidak ada lagi kecurangan seperti yang banyak terjadi belakangan ini,” ujar Sumardji kepada Kompas.com, Selasa (29/1/2019) malam.

Cara lain, bisa juga dengan memberlakukan kebijakan penambahan persyaratan pendaftaran kendaraan baru. Sebagai contoh, mencantumkan alamat email dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

“Ini sebenarnya juga sudah dimulai, dan akan kita fokuskan lagi mulai dari sekarang ini,” kata dia.

Terakhir, lanjut Sumardji melakukan razia bersama antar pemangku kepentingan, khususnya yang belum mendaftar ulang atau tidak membayar pajak.

“Ini juga sudah kita lakukan hasilnya juga cukup baik, banyak yang akhirnya membayar pajak di tempat, dan kita juga jadi lebih tahu ternyata banyak yang menggunakan identitas palsu,” ucap Sumardji.

Harapan dia, ke depan tidak ada lagi masyarakat yang melakukan hal tersebut. Menurut dia, patuhilah semua peraturan dan bayar pajak kendaraan tepat waktu.