Warren Buffett: Orang kaya tidak bayar pajak yang cukup untuk negara

0
192

NEW YORK, NY - SEPTEMBER 19: Philanthropist Warren Buffett is joined onstage by 24 other philanthropist and influential business people featured on the Forbes list of 100 Greatest Business Minds during the Forbes Media Centennial Celebration at Pier 60 on September 19, 2017 in New York City. (Photo by Daniel Zuchnik/WireImage)

KONTAN.CO.ID – Investor kawakan asal Amerika Serikat (AS) Warren Buffett pernah berujar bahwa kebanyakan orang kaya seperti dirinya, tidak membayar pajak yang cukup terhadap negara. Hal itu ia katakan kepda televisi CNBC.

“Ketika kita semakin terspesialisasi, orang kaya akan semakin kaya,” ujar Buffett, Chairman Berkshire Hathaway Inc ini seperti dilansir Reuters, Februari lalu.

Buffett melanjutkan, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana Anda merawat seorang pria yang merupakan warga negara yang luar biasa, yang ayahnya meninggal di Normandia, namun tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan soal keuangan?

“Saya pikir pendapatan dari pajak adalah cara tersebaik untuk mengatasinya,” tutur pria berusia 88 tahun ini.

Wawancara Buffett ini dilakukan setelah sebelumnya, mitra bisnisnya yang berusia 95 tahun dan juga menjabat sebagai Wakil Ketua Berkshire, Charlie Munger, mengatakan kepada CNBC bahwa negara-negara bagian seperti California dan Connecticut telah dibodohi karena mengusir orang-orang kaya.

Setelah mendapatkan kembali kontrol Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilihan jangka menengah 2018, beberapa anggota Parlemen Partai Demokrat di AS menyerukan pajak yang lebih tinggi pada orang kaya.

Mereka termasuk Alexandria Ocasio-Cortez, seorang Demokrat dari New York City, yang telah mengusulkan pajak marjinal 70 persen atas pendapatan lebih dari $ 10 juta untuk menjembatani kesenjangan kekayaan yang meningkat antara si kaya dan si miskin.